Arab vs Israel, Ironi Dua Saudara

Konflik Arab versus Israel adalah konflik abadi. Dengan episentrum masalah Palestina, temperatur panas Timur-Tengah tak turun-turun, bahkan ikut membuat seluruh bumi terbakar. Timur-Tengah menjadi padang pertempuran yang terus membara. Berulang kali, bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun, kata damai menjadi barang yang sangat mahal. Kalau ditambah lagi dengan sejarah masa lampau, rasanya ribuan tahun konflik di Timur-Tengah sudah membatu, sangat sulit mencair. Inilah bila dua “saudara” terlibat konflik: berkepanjangan, kronis, berdarah-darah, tak ada yang mau mengalah.

Continue reading “Arab vs Israel, Ironi Dua Saudara”

Nabi Syu’aib dan Orang-orang Curang

Bangsa Madyan tinggal di jalur strategis. Diperkirakan terletak di bagian paling barat Arab Saudi (sebelah barat Tabuk) dan Yordania selatan (Aqabah dan Ma’an). Jalur ini di masa silam merupakan bagian dari rute perdagangan klasik, titik persimpangan di pantai dari Laut Merah, antara Yaman dan Suriah (selatan-utara) dan antara Irak dan Mesir (timur-barat).  Mereka mengontrol rute perdagangan klasik itu. Karena itu, bangsa ini mayoritas berprofesi pedagang. Tetapi sebagai pedagang mereka bertindak curang. Setiap transaksi jual-beli, mereka mengurangi kadar takaran dan timbangan. Mereka dicap orang-orang curang (al-mutaffifin). Al-Mutaffifin adalah surat ke-83 dalam Al-Quran. “Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi” (QS. Al-Mutaffifin: 1-3).

Continue reading “Nabi Syu’aib dan Orang-orang Curang”

Maria dan Istri-istri Nabi

Ketika memperluas dakwah, Nabi Muhammad tidak hanya bersurat kepada penguasa Romawi Timur dan Persia, tetapi juga penguasa-penguasa setempat lainnya. Salah satunya penguasa Alexandria (Mesir) yang disebut Al-Muqawqis. Surat nabi kepada Al-Muqawqis dibawa oleh Hatib bin Abi Balta’a. Walaupun belum menerima ajakan nabi, tetapi Al-Muqawqis bersikap baik. Ia membalas surat nabi disertai pemberian hadiah yang banyak. Ada barang-barang berharga, keledai, kuda, dan unta bagus bernama Duldul. Bahkan Al-Muqawqis menghadiahkan hamba sahaya (budak), yaitu dua perempuan bersaudara bernama Maria dan Sirin. Maria Al-Qibthiyah atau Maryam (Al-Qibhtiyah merujuk pada Qibthi atau Mesir) yang semula penganut Kristen Koptik pun dimerdekakan dan dinikahi oleh Rasulullah. Sedangkan Sirin dihadiahkan kepada Hassan bin Tsabit.

Continue reading “Maria dan Istri-istri Nabi”

Hajar Berserah pada Allah

Sarah lolos dari rayuan gombal Raja Mesir. Sarah kembali kepada Nabi Ibrahim, bahkan membawa hamba sahaya bernama Hajar, hadiah dari sang raja. Hajar menjadi anggota baru keluarga Ibrahim. Tetapi tetaplah Sarah yang punya kendali atas Hajar. Atas usul Sarah, Ibrahim menikahi Hajar. Sebab, berpuluh-puluh tahun pasangan Ibrahim-Sarah tidak memperoleh anak, sesuatu yang diidamkan-idamkan mereka. Usia semakin senja, namun Ibrahim tak putus harapan untuk mendapatkan buah hati. Ibrahim berdoa kepada Allah,  “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh” (QS As-Shaffat: 100). Allah mengabulkan doa Ibrahim. Lewat rahim Hajar, lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama Ismail. Dalam bahasa Ibrani, isma berarti “mendengar” dan dan Il atau El berarti “Allah (Tuhan)”. Allah mendengar doa Ibrahim. Saat Ismail lahir, usia Ibrahim diperkirakan 86 tahun.  

Continue reading “Hajar Berserah pada Allah”

Sarah dan Raja Mesir

Sarah bukan cuma pendamping setia, tetapi juga penyokong yang teguh. Puluhan tahun Nabi Ibrahim berdakwah di tanah kelahirannya di Ur-Kasdim (saat ini Irak selatan), hanya Sarah dan Lut yang mendukungnya. Sarah adalah sepupu Ibrahim. Ayahnya bernama Haran I, saudara Azar, ayah Ibrahim. Usia Sarah terpaut 10 tahun lebih muda di banding Ibrahim. Ketika menikah, usia Sarah diperkirakan 39 tahun dan Ibrahim 49 tahun. Dalam hidup yang berat penuh ujian, Ibrahim lalu membawa Sarah dan keluarganya hijrah keluar tanah kelahiran mereka. Mula-mula mereka pergi ke Haran di Padan Aram (kini Turki selatan). Haran termasuk daerah strategis Kerajaaan Asiria (Asyur) sekitar pertengahan milenium ketiga hingga pertengahan milenium kedua Sebelum Masehi. Sejak itu pasangan Ibrahim-Sarah juga Lut berkelana tanpa henti ke tanah Kanaan (Palestina).

Continue reading “Sarah dan Raja Mesir”

Teguh dan Sabar

Sebutannya mengagumkan: kekasih Allah (Khalilullah). Itulah Nabi Ibrahim. Lahir di Ur-Kasdim di Mesopotamia (Irak). Berbagai versi tentang tahun kelahiran Ibrahim, antara lain pada 2166 SM (Dirks, “Ibrahim Sang Sahabat Tuhan”). Ibrahim adalah sosok yang teguh dan sabar: menghadapi raja Namrud yang lalim, masyarakat jahiliyah, bapak yang kafir. Ia tak letih mengembara menjalankan perintah Allah ribuan kilometer dan ratusan tahun, sejak dari Ur (Irak), Harran (Turki),  Kana’an (Palestina), Gosyen (Mesir), Mekkah (Arab Saudi). Ibrahim wafat di Hebron di usia 175 tahun.   

Continue reading “Teguh dan Sabar”