Piramid, Tempat Melihat Tuhan?

Piramid adalah ikon Mesir. Bangunan berbentuk limas ini sangat fenomenal. Piramid dikenal makam raja-raja kuno dan tempat ibadah. Juga tempat penyimpanan barang-barang berharga. Sebagai benda sejarah, barang-barang yang ada di piramid banyak dijarah bahkan sejak masa kuno juga. Apakah piramid cuma sebagai makam para fir’aun? Peter Der Manuelian, egyptolog dan Direktur Arsip Giza di Museum Seni Rupa Boston (2004-2011) menjelaskan bahwa banyak orang menganggap piramid hanyalah kuburan, padahal sebetulnya piramid juga bicara soal kehidupan. Di piramid tampak penggambaran orang bekerja di ladang, merawat ternak, pertukangan, pembuat pakaian, ritual keagamaan, dan proses pemakaman. Dengan begitu, piramid juga termakna bagaimana orang-orang Mesir kuno menata kehidupan.

Karena menyangkut banyak aspek, wajar juga piramid menjadi bangunan megastruktur. Piramid adalah bangunan dengan struktur dan arsitektur terhebat pada masa kuno. Bahkan hingga zaman digital sekarang, kesan bangunan raksasanya sangat terasa. Coba saja berdiri di kompleks Piramid Besar Giza  (The Great Pyramid), tak jauh dari Kairo. Ada tiga piramid besar yang berjejer, yang merepresentasikan: bapak-anak-cucu. Terbesar adalah Piramid Khufu. Inilah makam Raja Khufu (Cheops), sang bapak. Khufu adalah putra Sneferu dan Ratu Hetepheres I. Ia raja kedua dari dinasti ke-4 (periode 2610-2494 SM). Piramid ini tersusun dari 2,3 juta balok batu. Di sebelahnya Piramid Khafre, anak Khufu. Di sebelahnya lagi Piramid Menkaure, anak Khafre atau cucu Khufu.

Piramid Khufu tingginya 146,5 meter. Piramid Khafre setinggi 136 meter. Tinggi Piramid Menkaure cuma 61 meter. Kalau melihat bukti-bukti sejarah, piramid adalah bangunan tertinggi dari sejarah Mesir kuno. Coba saja melempar pemandangan di gurun atau dari kota Kairo, ketiga Piramid Giza paling terlihat mencolok. Tiada bangunan kuno tinggi lainnya yang dapat ditemui sampai sekarang. Buktinya Piramid Khufu menjadi struktur bangunan tertinggi di dunia sekitar 4.000 tahun lamanya. Rekornya terpatahkan oleh ketinggian Katedral Lincoln di London, Inggris, pada abad ke-14. Tinggi katedral sekitar 160 meter atau selisih 13,5 meter. Jika demikian, bisa jadi piramid juga sebetulnya bangunan tinggi yang dibangun agar fir’aun dapat melihat tuhan. Ketika Nabi Musa beradu argumentasi bahwa punya tuhan yang disembah, tentu saja fir’aun tersinggung dan marah. Sebab, fir’aun mengaku tuhan: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi” (QS An-Nazi’at: 24).

 Sebagai maharaja dengan kekuasaan mutlak, fir’aun tidak percaya ada “tuhan” selain dirinya. Dia pun penasaran. Lalu fir’aun memerintahkan, “Wahai Haman! Buatkanlah untukku sebuah bangunan yang tinggi agar aku sampai ke pintu-pintu. (yaitu) pintu-pintu langit, agar aku dapat melihat Tuhannya Musa, tetapi aku tetap memandangnya seorang pendusta” (QS. Ghafir: 36-37). Haman adalah tokoh berpengaruh, penasihat fir’aun, sekaligus menteri. Namanya disebut enam kali dalam Al-Quran sebagai manusia sombong dan diazab Allah. Fir’aun telah gelap pikiran dan buta hati. Jika sudah demikian, ia tak merasa sesat sedikit pun. “…Dan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Fir’aun perbuatan buruknya itu, dan dia tertutup dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian” (QS. Ghafir: 37). (M Subhan SD)

Ngabuburit Senja, 17 Ramadhan 1442 H/29 April 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *