Kapal Ara: Sampai Kapan Mereka Bertahan?

Proses pembuatan kapal tradisional.
(Foto: Subhan SD)

Kapal-kapal kayu, seperti pinisi, adalah hasil tangan-tangan terampil penduduk Desa Ara, sekitar 180 kilometer arah timur Makassar, Sulawesi Selatan. Sejak lahir, orang Ara ibarat ditakdirkan berbakat membuat perahu/kapal. Namun, sampai kapan mereka bertahan di tengah desakan kapal-kapal pabrikan?

Continue reading “Kapal Ara: Sampai Kapan Mereka Bertahan?”

Industri Kapal Rakyat, Bertahan di Antara Dua Gelombang

Kapal tradisional buatan Tanah Beru.
(Foto: Subhan SD)

Bertahun-tahun silam para pelaut Makassar dan Bugis berlayar mengarungi samudra dengan kapal-kapal kayu, termasuk jenis pinisi. Ketangguhan kapal tradisional itu kini juga menembus badai dan gelombang laut itu. Mampukah kapal kayu itu bertahan di dua gelombang, bukan hanya di laut bebas, tetapi di tengah perubahan zaman?

Continue reading “Industri Kapal Rakyat, Bertahan di Antara Dua Gelombang”

Kalau Tak ada Benang, Rotan pun Kami Tenun…


Bunyi gesekan alat tenun di Desa Bira dan Darubiah, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, nyaris tak terdengar lagi. Alat tenun bukan mesin maupun gedokan hanya teronggok di kolong-kolong rumah panggung penduduk. Alat-alat itu kini berdebu, kusam, menganggur, dan tak produktif.

Continue reading “Kalau Tak ada Benang, Rotan pun Kami Tenun…”

Sumbangan Buku Membuat Wajah Siswa SD Maros Tersenyum

Murid-murid SD 224 Pangia belajar di lantai. (Foto: Subhan SD)

NURAINI, siswi kelas VI SDN 224 Pangia di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, termenung memandangi bangunan sekolahnya yang hancur. Bersama 43 temannya yang lain, dia tak punya sekolah lagi, tempatnya selama bertahun-tahun menimba ilmu.

Continue reading “Sumbangan Buku Membuat Wajah Siswa SD Maros Tersenyum”

Bantuan Datang Saat Warga Kedinginan

Barang-barang bantuan DKK (Foto: Subhan SD)

SOROT lampu mobil mengusik warga Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, pada Sabtu (9/4) malam. Di kegelapan malam itu, mereka terlihat kedinginan setelah banjir melanda desa mereka berhari- hari. Jalanan bekas terlindas ban kendaraan membuat cekungan berair dan becek. Mobil Kijang milik Pemerintah Kabupaten Luwu Utara sempat selip sehingga harus didorong beramai-ramai.

Continue reading “Bantuan Datang Saat Warga Kedinginan”

Sulitnya Menyeret Orang-orang Terhormat Itu

SEJAK kasus dugaan korupsi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah periode 1999-2004 mencuat, citra lembaga terhormat itu menukik drastis. Selama ini, para anggota DPRD itu terkenal dengan segala atributnya, termasuk derajat dan fasilitas, tiba-tiba menjadi pusat perhatian yang tidak mengenakkan hati. Sampai-sampai anggota DPRD yang baru (2004- 2009) juga merasa tertekan dengan kasus tersebut. Misalnya saja, Qayyim Munarka (PKS).

Continue reading “Sulitnya Menyeret Orang-orang Terhormat Itu”

Babak Baru Pengusutan Korupsi di DPRD Sulawesi Selatan

DI depan kamera raut wajah Syamsuddin, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan, Senin (11/10) siang, terlihat kosong. Nyaris tanpa ekspresi. Dia terkejut lantaran baru tahu bahwa dirinya ditetapkan sebagai tersangka pertama dalam kasus dugaan korupsi sebesar Rp 18,2 miliar di DPRD Sulsel.

Continue reading “Babak Baru Pengusutan Korupsi di DPRD Sulawesi Selatan”

Haro, Kearifan Seorang Tarzan dari Maros

Memberi makan kera (Foto: Subhan SD)

HARO cuma tersenyum ketika dijuluki “Tarzan dari Maros” atau Ambo’na ceba yang dalam bahasa Bugis berarti “bapak kera”. Ia mampu bergaul dengan kera-kera hitam sulawesi (Maccaca maura), bahkan ikut memikirkan cara melestarikannya dengan merogoh koceknya sendiri.

Continue reading “Haro, Kearifan Seorang Tarzan dari Maros”