Imajinasi Kebangsaan yang Rapuh

Sumpah Pemuda 1928 adalah penemuan sejarah luar biasa. Rumusan ”Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa; Indonesia”, adalah konsep yang solid. Menyatu dari serakan multietnik, reruntuhan sejarah, dan tumpukan penderitaan manusia. Itulah identitas bangsa kita yang berangkat dari kesadaran bersama yang mengandung cita-cita, paham, ideologi, dan jiwa. Ada dua kondisi yang melandasi bangsa. Pertama, rakyat harus menjalani proses sejarah bersama-sama. Kedua, ada kemauan hidup untuk menjadi satu kesatuan.

Continue reading “Imajinasi Kebangsaan yang Rapuh”

Meiji Jingu, Persembahan Rakyat untuk Sang Kaisar dan Permaisuri

Torii (Foto: Subhan SD)


Tujuan utama ke Harajuku setelah berjalan kaki sambil melihat-melihat suasana yang ditempuh hampir sejam dari Stasiun Shibuya di Tokyo terpaksa saya tunda beberapa menit meskipun plang nama jalan sudah terlihat. Pasalnya, pada suatu siang yang terik, akhir Mei lalu, saya lebih tergoda untuk berbelok ke area hijau nan asri yang berada di sisi keramaian Harajuku.

Continue reading “Meiji Jingu, Persembahan Rakyat untuk Sang Kaisar dan Permaisuri”

Istana Burung Kuntul, Antara Keindahan dan Strategi Pertahanan

Istana Himeji (Foto: Subhan SD)

Panas yang cukup memanggang kulit terbayar sudah setelah menyusuri ruang demi ruang Istana Himeji, yang dari kejauhan sudah terlihat indah, akhir Juni silam. Warnanya yang dominan putih dengan bagian bawah bebatuan tampak begitu kontras dengan warna hijau pepohonan di sekelilingnya.

Continue reading “Istana Burung Kuntul, Antara Keindahan dan Strategi Pertahanan”

Masjid Kobe, Satu-satunya Bangunan yang Tak hancur Dihantam Bom dan Gempa

Kubah dan menara masjid. (Foto: Subhan SD)

Dalam perjalanan ke Jepang atas undangan Cathay Pacific dan Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO), saya buru-buru men-stabile itinenary kunjungan ke Masjid Kobe. Maklumlah, nama masjid itu sudah saya dengar saat mengikuti kuliah Sejarah Pendudukan Jepang di Indonesia di Universitas Padjadjaran, Bandung, hampir 30 tahun silam.

Continue reading “Masjid Kobe, Satu-satunya Bangunan yang Tak hancur Dihantam Bom dan Gempa”

Langkah Merah: Gerakan PKI 1950-1955

“Sesungguhnya buku ini bisa dipakai sebagai bahan untuk mempertebal kewaspadaan nasional dan kearifan sejarah”

Prof Dr Taufik Abdullah

Subhan SD, Langkah Merah: Gerakan PKI 1950-1955, Pengantar Prof Dr Taufik Abdullah, Yogyakarta, Bentang Budaya, cetakan pertama (1996), cetakan kedua (1999), tebal xvi + 130 halaman

Fenomena politik dunia yang endemik sepanjang akhir abad ke-20 adalah perubahan-perubahan sangat drastis dan radikal dalam ideologi komunis. Perubahan itu memberikan indikasi bahwa komunisme yang di awal abad ke-20 begitu mempunyai daya tarik dengan munculnya revolusi proletar tahun 1917 sehingga memunculkan negara Uni Soviet, pada akhirnya berhadapan dengan kondisi di mana ideologi itu tidak mampu mengikuti derasnya zaman. Belum lagi melampaui satu abad, komunisme sudah tertelan zaman.

Continue reading “Langkah Merah: Gerakan PKI 1950-1955”