New Normal dan Transformasi Abnormalitas

Oleh: M Subhan SD

Pandemi virus corona membuat penduduk bumi terpojok: memasuki kehidupan normal baru (new normal). Tiada cara lain setelah miliaran manusia tak berdaya, ratusan negara kelimpungan, ratusan rezim penguasa tak berkutik, partai politik membisu, ormas tak bersuara. Negara-negara seperti Amerika Serikat yang biasanya amat powerful tiba-tiba menjadi powerless menghadapi virus yang super mikro itu.

Continue reading “New Normal dan Transformasi Abnormalitas”

Maaf!

Mohon maaf lahir batin

Bilal bin Rabah (580-640), muadzin bersuara merdu itu, meradang. Dalam sebuah pertemuan, Abu Dzar Al-Ghifari (wafat 653) berkata rasis padanya, “Engkau juga anak orang berkulit hitam menyalahkanku.” Abu Dzar tidak suka omongannya dibantah Bilal. Sahabat berkulit hitam itu pun mengadu ke Rasulullah SAW. Setelah kata-kata Bilal berakhir, roman muka nabi berubah. Sementara Abu Dzar juga buru-buru menemui nabi di masjid. “Ada apa dengan ibunya sehingga engkau menjelekkannya. Sungguh pada dirimu ada kejahiliyaan,” ujar nabi. Abu Dzar menangis memohon ampun kepada Allah. Dia buru-buru mencari Bilal. Di tengah jalan mereka bertemu. Saking merasa bersalah, Abu Dzar sampai menempelkan pipinya ke tanah seraya mengatakan takkan mengangkat hingga Bilal menginjaknya. Ia merasa orang paling hina. Ia meminta maaf.

Continue reading “Maaf!”

Bangsa Ngeyelan

Sewaktu diperintahkan Allah untuk menyembelih seekor sapi betina, Bani Israil terus mempertanyakan. Mereka meminta Nabi Musa, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.” Musa menyampaikan jawaban Allah, “…sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu”. Namun Bani Israil bertanya lagi, apa warna sapi itu? Kembali Musa menyampaikan jawaban Allah, sapi betina yang warnanya kuning tua, yang menyenangkan orang-orang yang memandangnya. Masih saja Bani Israil bertanya lagi, “mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.” Jawaban Allah yang disampaikan Musa, “…(sapi) itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat, dan tanpa belang.   

Continue reading “Bangsa Ngeyelan”