Egoisme vs Altruisme

Kemarau panjang yang menimpa Bani Israil terjadi berulang kali. Tanah kering kerontang. Tandus! Tentu mustahil bisa ditanami tumbuh-tumbuhan. Mengadulah Bani Israil kepada Nabi Musa untuk meminta hujan. Musa pun memimpin umatnya berdoa kepada Allah. Untuk turun hujan umat Musa pun bertobat. Sudah berdoa tetapi hujan tidak kunjung turun. Wajah-wajah kecewa pun bermunculan. Musa juga bertanya-tanya mengapa doanya kali ini tidak dikabulkan. Pesan Allah bahwa ada satu orang tidak mau bertobat. Padahal ia melakukan kemaksiatan selama 40 tahun. Orang itu akan dikeluarkan dari barisan umat atau ia bertobat. Bisa jadi malu kalau ketahuan berbuat maksiat, akhirnya orang itu pun bertobat. Setelah itu Allah menurunkan hujan.    

Continue reading “Egoisme vs Altruisme”

Bangsa Ngeyelan

Sewaktu diperintahkan Allah untuk menyembelih seekor sapi betina, Bani Israil terus mempertanyakan. Mereka meminta Nabi Musa, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.” Musa menyampaikan jawaban Allah, “…sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu”. Namun Bani Israil bertanya lagi, apa warna sapi itu? Kembali Musa menyampaikan jawaban Allah, sapi betina yang warnanya kuning tua, yang menyenangkan orang-orang yang memandangnya. Masih saja Bani Israil bertanya lagi, “mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.” Jawaban Allah yang disampaikan Musa, “…(sapi) itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat, dan tanpa belang.   

Continue reading “Bangsa Ngeyelan”

Belajar Bersabar

Kurang mulia apa Nabi Musa. Ia nabi yang bisa berbicara langsung kepada Allah di Bukit Tursina (Gunung Sinai) sehingga mendapat julukan “Kalimullah”. Ia yang kata-katanya didengar Allah ketika minta kakaknya, Harun, agar dijadikan nabi untuk mendampinginya menemui fir’aun. Ia yang mampu membelah Laut Merah dan memimpin sekitar 600.000 orang Israil menyeberanginya. Dia-lah nabi yang paling banyak di-mention Allah di Al-Quran (136 kali). Musa pula yang “protes” ketika umat Nabi Muhammad mendapat perintah shalat 50 waktu dalam sehari. Bahkan dalam satu riwayat, ketika hendak dijemput malaikat maut, Musa memukulnya sampai mata malaikat copot terlepas. Wallahu’alam.    

Continue reading “Belajar Bersabar”

Iman Penyebar Hoaks

Aisyah, istri Rasulullah, stres berat. Hatinya semakin pilu merasakan sikap nabi yang dingin. Ia mengungsi ke rumah orangtuanya, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Hampir sebulan Aisyah sakit gara-gara digosipkan terlibat skandal perselingkuhan. Peristiwa itu terjadi pada tahun 5 Hijriyah atau tahun 627 sepulang dari perang menghadapi Bani Musthaliq. Aisyah tertinggal rombongan, setelah mencari kalungnya yang hilang. Shafwan bin Mu’aththal yang menyisir rombongan, kaget melihat Aisyah tertinggal. Ia pun mengantar Aisyah memasuki kota Madinah.    

Continue reading “Iman Penyebar Hoaks”

Kekayaan Sejati

Dua sepupu: Musa dan Qarun. Sama-sama keturunan Lawi (Levi), putra Nabi Yakub. Nasab Musa bin Imran bin Qahits (Kohats), sedangkan Qarun bin Yashub bin Qahits. Julukan Qarun, al-Munawwir (yang memberi cahaya). Suaranya memang indah saat membaca kitab Taurat. Maklum keturunan Lawi diserahi tugas menjadi imam Yahudi. Konon Qarun meminta Musa mendoakannya agar diberi harta. Singkatnya Qarun menjadi orang terkaya di Mesir. Kunci-kunci tempat hartanya biasa diangkut oleh 60 keledai.    

Continue reading “Kekayaan Sejati”