Langkah Merah: Gerakan PKI 1950-1955

“Sesungguhnya buku ini bisa dipakai sebagai bahan untuk mempertebal kewaspadaan nasional dan kearifan sejarah”

Prof Dr Taufik Abdullah

Subhan SD, Langkah Merah: Gerakan PKI 1950-1955, Pengantar Prof Dr Taufik Abdullah, Yogyakarta, Bentang Budaya, cetakan pertama (1996), cetakan kedua (1999), tebal xvi + 130 halaman

Fenomena politik dunia yang endemik sepanjang akhir abad ke-20 adalah perubahan-perubahan sangat drastis dan radikal dalam ideologi komunis. Perubahan itu memberikan indikasi bahwa komunisme yang di awal abad ke-20 begitu mempunyai daya tarik dengan munculnya revolusi proletar tahun 1917 sehingga memunculkan negara Uni Soviet, pada akhirnya berhadapan dengan kondisi di mana ideologi itu tidak mampu mengikuti derasnya zaman. Belum lagi melampaui satu abad, komunisme sudah tertelan zaman.

Continue reading “Langkah Merah: Gerakan PKI 1950-1955”

“Ngabuburit” di Lapangan Merah

Oleh Subhan SD

Lapangan Merah (foto: Subhan SD)

Minggu (21/9) petang, udara Kota Moskwa, Rusia, terbalut mendung. Suhu udara sekitar 7 derajat Celsius. Siang itu angin yang bertiup di sekitar Lapangan Merah (Krasnaya Ploshchad) terasa menusuk-nusuk kulit walau tubuh sudah dibalut berlapis-lapis jaket.Sinar matahari senja yang sempat muncul nyaris tak mampu meredam hawa dingin itu.

Continue reading ““Ngabuburit” di Lapangan Merah”

Mental Lama

Oleh M Subhan SD

Gorky Park, musim panas 2016 (Foto: Subhan SD)

I follow the Moskva

Down to Gorky Park

Listening to the wind of change…

Where the children of tomorrow dream away (dream away)

In the wind of change (in the wind of change

(Scorpions di Taman Gorky, 1989)

Gedung tempat Lenin menggelar rapat menyusun gerakan revolusi di Nevsky Prospekt, Saint Petersburg, Rusia, pada 13 April 1917, kini sudah berubah total. Tak tampak lagi sebagai gedung pergerakan. Gedung itu sudah jadi restoran piza, makanan khas Italia. Kapitalisme sudah menghajar komunisme di tempat kelahirannya. Wajah Rusia telah berubah.

Continue reading “Mental Lama”

Cendera Mata Unik

Oleh M Subhan SD

Korban rezim karya seniman Chubarov (Foto: Subhan SD)

Di Lapangan Merah persis di depan Kremlin yang ratusan tahun menjadi simbol keangkeran Tsar (abad XVII-XX) dan rezim Komunis (1922-1991) atribut ”palu-arit” cuma menjadi cendera mata unik. Orang Rusia telah melemparkannya ke jalanan penuh debu. Ada pin, gantungan kunci, topi, kaus, yang dijajakan di jalanan bersama matryoshka, boneka kayu khas Rusia. Dijual sangat murah. Dan, wisatawan memborong sebagai kenang-kenangan. Palu-arit bukan lagi simbol ideologi. Ia cuma menjadi ”oleh-oleh”.

Continue reading “Cendera Mata Unik”