Kapal Ara: Sampai Kapan Mereka Bertahan?

Proses pembuatan kapal tradisional.
(Foto: Subhan SD)

Kapal-kapal kayu, seperti pinisi, adalah hasil tangan-tangan terampil penduduk Desa Ara, sekitar 180 kilometer arah timur Makassar, Sulawesi Selatan. Sejak lahir, orang Ara ibarat ditakdirkan berbakat membuat perahu/kapal. Namun, sampai kapan mereka bertahan di tengah desakan kapal-kapal pabrikan?

Continue reading “Kapal Ara: Sampai Kapan Mereka Bertahan?”

Industri Kapal Rakyat, Bertahan di Antara Dua Gelombang

Kapal tradisional buatan Tanah Beru.
(Foto: Subhan SD)

Bertahun-tahun silam para pelaut Makassar dan Bugis berlayar mengarungi samudra dengan kapal-kapal kayu, termasuk jenis pinisi. Ketangguhan kapal tradisional itu kini juga menembus badai dan gelombang laut itu. Mampukah kapal kayu itu bertahan di dua gelombang, bukan hanya di laut bebas, tetapi di tengah perubahan zaman?

Continue reading “Industri Kapal Rakyat, Bertahan di Antara Dua Gelombang”

Kalau Tak ada Benang, Rotan pun Kami Tenun…


Bunyi gesekan alat tenun di Desa Bira dan Darubiah, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, nyaris tak terdengar lagi. Alat tenun bukan mesin maupun gedokan hanya teronggok di kolong-kolong rumah panggung penduduk. Alat-alat itu kini berdebu, kusam, menganggur, dan tak produktif.

Continue reading “Kalau Tak ada Benang, Rotan pun Kami Tenun…”