Bangsa Ngeyelan

Sewaktu diperintahkan Allah untuk menyembelih seekor sapi betina, Bani Israil terus mempertanyakan. Mereka meminta Nabi Musa, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.” Musa menyampaikan jawaban Allah, “…sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu”. Namun Bani Israil bertanya lagi, apa warna sapi itu? Kembali Musa menyampaikan jawaban Allah, sapi betina yang warnanya kuning tua, yang menyenangkan orang-orang yang memandangnya. Masih saja Bani Israil bertanya lagi, “mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.” Jawaban Allah yang disampaikan Musa, “…(sapi) itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat, dan tanpa belang.   

Continue reading “Bangsa Ngeyelan”

Peradaban Bangsa

Pahatan gunung batu di Petra

‘Ad dan Tsamud! Dua bangsa ini sangat hebat: bertubuh besar, kuat, kemampuan teknologi canggih, dan keahlian seni adiluhung. Kemungkinan hidup pada milenium k-3 sampai ke-2 Sebelum Masehi. Dua bangsa ini berasal dari keturunan sama: Nabi Nuh alias bapak manusia pasca banjir besar. Nasab ‘Ad bin Aush bin Iram bin Sam bin Nuh, sedang Tsamud bin Atsir bin Iram bin Sam bin Nuh. Kedua-duanya cikal-bakal bangsa Arab, cuma ‘Ad lebih dulu. ‘Ad diidentifikasi di wilayah selatan (kini Yaman dan Oman), sedangkan Tsamud di utara (Arab Saudi). ‘Ad ahli membuat bangunan tinggi: Irama Dzatil Imad (Iram of Pillars). “(Yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi; yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, (QS Al-Fajr: 7-8).    

Continue reading “Peradaban Bangsa”

Umur

Ketika diperlihatkan anak-cucunya oleh Allah, Nabi Adam melihat ada satu orang paling bercahaya, tetapi umurnya cuma 40 tahun. Dialah Nabi Daud. Adam kasihan lalu meminta umurnya dikurangi 60 tahun dan diberikan kepada Daud, hingga genap 100 tahun. Kisah itu terdapat dalam hadits yang disampaikan Abu Hurairah. Umur Adam 930 tahun atau 1.000 tahun. Usia nabi-nabi generasi awal memang panjang-panjang. Nabi Nuh berumur 950 tahun atau lebih 1.000 tahun. Nabi Idris 865 tahun, Nabi Hud 464 tahun, Nabi Ibrahim 175 tahun, Nabi Ishaq 180 tahun. Namun, ada juga nabi berumur pendek. Nabi Sulaiman 52 tahun. Nabi Isa 33 tahun di bumi. Nabi Muhammad berumur 63 tahun. “Umur umatku antara 60 hingga 70 tahun dan sedikit dari mereka yang melebihi itu,” sabda Nabi (HR Tirmidzi/Ibnu Majah).      

Continue reading “Umur”

Dengki, Dosa Pertama

Ini kisah legendaris dua saudara: Qabil dan Habil, dua anak Nabi Adam. Berdasarkan tarikh yang dihimpun Ibnu Katsir, Hawa melahirkan 40 anak, dan selalu kembar: laki-perempuan. Bumi masih sepi, baru keluarga Adam. Aturan perkawinan pun disilang. Tak boleh menikahi kembaran. Jadi, Qabil harus menikahi Labuda, adik Habil. Sedangkan Habil mesti menikahi Iqlima, adik Qabil. Tetapi Qabil ngotot ingin menikahi adiknya. Iqlima memang lebih cantik dari Labuda. Solusinya Adam menyuruh mereka memberi kurban kepada Allah. Qabil berkurban hasil panen yang buruk, sedangkan kurban Habil berupa kambing yang gemuk. Alhasil, kurban Habil yang diterima. “…Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa” (QS  al-Maidah: 27).   

Continue reading “Dengki, Dosa Pertama”

Belajar Bersabar

Kurang mulia apa Nabi Musa. Ia nabi yang bisa berbicara langsung kepada Allah di Bukit Tursina (Gunung Sinai) sehingga mendapat julukan “Kalimullah”. Ia yang kata-katanya didengar Allah ketika minta kakaknya, Harun, agar dijadikan nabi untuk mendampinginya menemui fir’aun. Ia yang mampu membelah Laut Merah dan memimpin sekitar 600.000 orang Israil menyeberanginya. Dia-lah nabi yang paling banyak di-mention Allah di Al-Quran (136 kali). Musa pula yang “protes” ketika umat Nabi Muhammad mendapat perintah shalat 50 waktu dalam sehari. Bahkan dalam satu riwayat, ketika hendak dijemput malaikat maut, Musa memukulnya sampai mata malaikat copot terlepas. Wallahu’alam.    

Continue reading “Belajar Bersabar”

Iman Penyebar Hoaks

Aisyah, istri Rasulullah, stres berat. Hatinya semakin pilu merasakan sikap nabi yang dingin. Ia mengungsi ke rumah orangtuanya, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Hampir sebulan Aisyah sakit gara-gara digosipkan terlibat skandal perselingkuhan. Peristiwa itu terjadi pada tahun 5 Hijriyah atau tahun 627 sepulang dari perang menghadapi Bani Musthaliq. Aisyah tertinggal rombongan, setelah mencari kalungnya yang hilang. Shafwan bin Mu’aththal yang menyisir rombongan, kaget melihat Aisyah tertinggal. Ia pun mengantar Aisyah memasuki kota Madinah.    

Continue reading “Iman Penyebar Hoaks”

Teguh dan Sabar

Sebutannya mengagumkan: kekasih Allah (Khalilullah). Itulah Nabi Ibrahim. Lahir di Ur-Kasdim di Mesopotamia (Irak). Berbagai versi tentang tahun kelahiran Ibrahim, antara lain pada 2166 SM (Dirks, “Ibrahim Sang Sahabat Tuhan”). Ibrahim adalah sosok yang teguh dan sabar: menghadapi raja Namrud yang lalim, masyarakat jahiliyah, bapak yang kafir. Ia tak letih mengembara menjalankan perintah Allah ribuan kilometer dan ratusan tahun, sejak dari Ur (Irak), Harran (Turki),  Kana’an (Palestina), Gosyen (Mesir), Mekkah (Arab Saudi). Ibrahim wafat di Hebron di usia 175 tahun.   

Continue reading “Teguh dan Sabar”

Kekayaan Sejati

Dua sepupu: Musa dan Qarun. Sama-sama keturunan Lawi (Levi), putra Nabi Yakub. Nasab Musa bin Imran bin Qahits (Kohats), sedangkan Qarun bin Yashub bin Qahits. Julukan Qarun, al-Munawwir (yang memberi cahaya). Suaranya memang indah saat membaca kitab Taurat. Maklum keturunan Lawi diserahi tugas menjadi imam Yahudi. Konon Qarun meminta Musa mendoakannya agar diberi harta. Singkatnya Qarun menjadi orang terkaya di Mesir. Kunci-kunci tempat hartanya biasa diangkut oleh 60 keledai.    

Continue reading “Kekayaan Sejati”

Perbedaan vs Pertengkaran

Ibnu Taimiyah (1263-1328), ulama hebat asal Harran, Turki, ini seringkali berbeda pendapat dengan pihak lain. Pemikir politik “as-Siyasah asy-Syar’iyah” ini sudah biasa difitnah, sampai dipenjarakan. Bahkan “lawannya”  Ibnu Makhluf — yang ikut menjebloskannya ke penjara — mengafirkan Ibnu Taimiyah. Namun saat Ibnu Makhluf meninggal, Ibnu Taimiyah bersedih. Ibnu Qoyyim (1292-1350), murid Ibnu Taimiyah tampak berseri saat menyampaikan kabar duka itu. Kontan, sang guru menghardiknya. Ibnu Taimiyah pun takziyah ke rumah duka, sembari mengulurkan bantuan kepada istri dan anak almarhum. 

Continue reading “Perbedaan vs Pertengkaran”

Orang Kuat

Ke salah satu pusat kerajaan Asiria Baru (912-612 SM) yaitu Nainawi (Niniveh) di lembah Sungai Tigris (dekat Mosul, Irak), diutuslah Nabi Yunus (abad ke-8 SM). Tetapi penduduknya menolak dakwah Yunus. Mereka bertobat setelah melihat tanda-tanda datang azab. Namun Nabi Yunus keburu pergi dalam keadaan marah. Yunus naik kapal, menuju Tarsyisy yang diidentifikasi Tunisia (Syauqi Abu Khalil dalam “Atlas Al-Qur’an”). Dalam perjalanan, badai menghantam kapal. Hasil undian tiga kali, nama Yunus yang keluar, sehingga ia dilempar ke laut untuk mengurangi muatan. Yunus pun ditelan ikan nun (paus). “Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya….” (QS Al-Anbiya: 87). “Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela” (QS As-Shaff: 143).    

Continue reading “Orang Kuat”