Seriuskah Parpol Ikut Memberantas Korupsi?

Oleh M Subhan SD

Partai politik pasca Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 mengenai pemberantasan korupsi, tampaknya mulai berada di atas angin. Berbeda saat era UU sebelumnya, UU No 30 Tahun 2002 yang begitu alot diteror revisi. Dulu tiada parpol yang bisa berkutik begitu KPK bertindak, walaupun puncak pimpinannya menduduki kursi tertinggi di negeri ini. Malah ada beberapa pucuk pimpinan partai yang ditangkap KPK seperti Lutfi Hasan Ishaaq (PKS), Anas Urbaningrum (Demokrat), Setya Novanto (Golkar), Romahurmuziy (PPP). Skenario saling melindungi sesama partai pun nyaris tak pernah mempan. Sebab, KPK ibarat buldozer yang melumat bangunan yang menghadangnya.    

Continue reading “Seriuskah Parpol Ikut Memberantas Korupsi?”

Korupsi Menenggelamkan Demokrasi

Sulit sekali membersihkan negeri ini. Kotoran tersebar di mana-mana. Keelokan negeri untaian Zamrud Khatulistiwa ini semakin memudar. Sapu-sapu bersih kian banyak terlumuri sampah. Awal tahun 2020 yang sejatinya disambut dengan harapan baru, justru disergap dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah ditangkap pada 7 Januari 2020 . Ia diduga menerima suap pengadaan beberapa proyek infrastruktur.      

Continue reading “Korupsi Menenggelamkan Demokrasi”

Jangan Menyerah!

Seperti hilangnya keperkasaan petinju legendaris ”anak ajaib” Mike Tyson yang dijungkalkan oleh underdog James ”Buster” Douglas pada 11 Februari 1990, kedigdayaan ”anak nakal” Komisi Pemberantasan Korupsi pun terjungkal setelah revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK disahkan di DPR. Jurus sakti KPK tak mampu lagi menghadapi serangan ”lawan”. DPR kali ini bisa tersenyum puas. Presiden yang selama ini bisa berdiri di posisi terakhir menghadapi upaya pelemahan KPK, juga sudah gontai. Tinggallah publik bersedih.

Continue reading “Jangan Menyerah!”

Korupsi dan Rasa Malu

Hari masih pagi. Kala itu , Sabtu, 23 Mei 2009.  Embun masih menempel di daun-daun di Tebing Bueong’i Bawi (Owl’s Rock), Desa Bongha, Kota Gimhae, Provinsi Gyeongsangnam, Korea Selatan bagian tenggara-selatan. Sepagi itu  Roh Moo-hyun sudah melangkahkan kaki keluar rumah. Udara pagi memang menyegarkan. Namun, sekitar pukul 06.30 ia ditemukan asisten di rumahnya dalam kondisi tergeletak di dasar tebing. Tubuhnya luka parah terutama di bagian kepala.

Continue reading “Korupsi dan Rasa Malu”

Epistemokrasi

Lebaran yang berdekatan dengan Pemilu 2019 bukan sebuah koinsiden waktu semata. Perputaran waktu adalah regularitas yang memiliki makna dalam setiap momennya. Lebaran atau Idul Fitri 1440 H pada Rabu-Kamis (5-6/6), yang didahului dengan puasa Ramadhan, ibarat periode spiritualisme yang membersihkan kerak-kerak noda materialisme yang penuh nafsu busuk, serakah, arogan. Pemilu 2019 tak ubahnya tontonan watak manusia (zoon politicon) yang ambisius. Tanpa fondasi nilai-nilai moral, pentas politik hanya pelampiasan tabiat kerakusan, yang oleh Machiavelli (1469-1527) digambarkan seperti singa (lion), sekaligus licik penuh tipu daya mirip rubah (fox).

Continue reading “Epistemokrasi”

Memori Rusak

Mereka yang ngotot untuk memenangkan jagoannya di ajang pilpres segera terjawab setelah 17 April 2019. Tetapi, yang perlu dicermati adalah perjalanan ke arah itu yang membuat energi bangsa nyaris terkuras habis dan langkah negeri ini yang tertatih-tatih. Politik gaduh tiada jeda. Ingar-bingar panggung politik yang begitu bising dan membuat suhu negeri ini panas-dingin.

Continue reading “Memori Rusak”

Meruwat Politik

Merawat demokrasi tak kalah sulit kala membangunnya. Dalam perjalanan 20 tahun pascareformasi 1998, demokrasi belum benar-benar terkonsolidasi. Demokrasi seperti ayunan, diombang-ambing pengayunannya. Banyak elite politik mendapat berkah dari demokrasi, tetapi berapa banyak dari mereka yang benar-benar memperlihatkan aksi memperkokoh demokrasi sebagai alat membangun negara-bangsa dan menyejahterakan rakyat. Sebaliknya, justru tak malu-malu mempertontonkan sepak terjang yang memperalat demokrasi untuk perburuan kekuasaan semata.

Continue reading “Meruwat Politik”

Mereka Bikin Bangga, Kalian Bikin Malu

Baru saja kita larut dalam kebanggaan sebagai bangsa. Nama Indonesia begitu harum di arena Asian Games 2018. Aksi-aksi heroik para atlet, juga pelatih, ofisial, dan semua tim telah membawa euforia kebanggaan di mata bangsa Asia dan umumnya publik dunia. Berada di peringkat ke-4 dengan menggondol 98 medali (31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu) olahraga menjadi panggung tempa membuncahnya energi bangsa. Namun, belum berlalu satu pekan, kebanggaan itu pun sudah dicoreng oleh tindakan tercela para politikus. Sebanyak 41 dari 45 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 menjadi tersangka korupsi. Benar-benar memalukan! Korupsi berjamaah, begitu masif.

Continue reading “Mereka Bikin Bangga, Kalian Bikin Malu”

Sulitnya Menyeret Orang-orang Terhormat Itu

SEJAK kasus dugaan korupsi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah periode 1999-2004 mencuat, citra lembaga terhormat itu menukik drastis. Selama ini, para anggota DPRD itu terkenal dengan segala atributnya, termasuk derajat dan fasilitas, tiba-tiba menjadi pusat perhatian yang tidak mengenakkan hati. Sampai-sampai anggota DPRD yang baru (2004- 2009) juga merasa tertekan dengan kasus tersebut. Misalnya saja, Qayyim Munarka (PKS).

Continue reading “Sulitnya Menyeret Orang-orang Terhormat Itu”