Maaf!

Mohon maaf lahir batin

Bilal bin Rabah (580-640), muadzin bersuara merdu itu, meradang. Dalam sebuah pertemuan, Abu Dzar Al-Ghifari (wafat 653) berkata rasis padanya, “Engkau juga anak orang berkulit hitam menyalahkanku.” Abu Dzar tidak suka omongannya dibantah Bilal. Sahabat berkulit hitam itu pun mengadu ke Rasulullah SAW. Setelah kata-kata Bilal berakhir, roman muka nabi berubah. Sementara Abu Dzar juga buru-buru menemui nabi di masjid. “Ada apa dengan ibunya sehingga engkau menjelekkannya. Sungguh pada dirimu ada kejahiliyaan,” ujar nabi. Abu Dzar menangis memohon ampun kepada Allah. Dia buru-buru mencari Bilal. Di tengah jalan mereka bertemu. Saking merasa bersalah, Abu Dzar sampai menempelkan pipinya ke tanah seraya mengatakan takkan mengangkat hingga Bilal menginjaknya. Ia merasa orang paling hina. Ia meminta maaf.

Continue reading “Maaf!”