Egalitarianisme

Jauh sebelum doktrin persamaan (egalite) dikumandangkan dalam Revolusi Perancis 1789, prinsip itu sudah diwarisi lama dalam tradisi Islam. Semua orang setara. Kalangan elite atau rakyat jelata, tidak ada pembedaan perlakuan. Kasus ini dapat ditelusuri tatkala Rasulullah sibuk berdakwah pada masa awal-awal Islam. Suatu waktu nabi melakukan pertemuan dengan para pembesar Quraisy. Di antaranya Utbah bin Rabiah, Abu Jahal ibnu Hisyam, dan Abbas ibnu Abdul Muttalib, Umayah bin Khalaf, dan Walid bin Mughirah. Nabi begitu serius berbicara dengan mereka, karena nabi sangat berharap mereka masuk Islam. Tiba-tiba, sedang seriusnya pembicaraan, datanglah Abdullah bin Ummi Maktum, sahabat yang tunanetra.

Continue reading “Egalitarianisme”