Suksesi

Subhan SD, 1997, Suksesi, Pengantar Dr Muhammad AS Hikam, Jakarta, Pustaka Sinar, xx + 137 halaman.

“Sumbangan paling berharga dari Sdr Subhan adalah kesungguhannya terlibat dalam upaya membuka wawasan warganegara mengenai masalah-masalah sentral yang perlu diperhatikan dan dicarikan solusinya sekaligus agar wacana mengenai suksesi tak sia-sia belaka”.

Dr Muhammad AS Hikam

Mengapa Suksesi ?

Sebagaimana diketahui bahwa suksesi presiden nyaris menyedot seluruh energi kita. Maklum saja, ada dua perasaan yang secara otomatis muncul. Di satu sisi, mencuatnya gagasan-gagasan positif, tapi di sisi lain, tak bisa dikesampingkan adanya kekhawatiran menyangkut prosesnya, terutama bila dikaitkan dengan soal faktor kesiapan.

Mengapa suksesi tiba-tiba mencuat ke permukaan? Tampaknya ini tak lepas dari ucapan Presiden dalam beberapa kesempatan. Betapa menarik mengeang kembali ucapan Presiden Soeharto, misalnya pada suatu waktu di tahun 1991, di hadapan forum KNPI, Presiden pernah menggambarkan dirinya ebagai orang yang TOPP. Semua orang terpukau dan tertawa ketika mendapat penjelasan berikutnya. Menurut Presiden Soeharto, TOPP singkatan dari dari “Tua, Ompong, Peot, dan Pikun” (hal 5-6).